Minggu, 01 Oktober 2017

METODOLOGI PENELITIAN

TEORI METODOLOGI PENELITIAN
A. Pengertian Metodologi Penelitian
     “Metodologi penelitian” berasal dari kata “Metode” yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu; dan “Logos” yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi,metodologi artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara saksama untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk mencari,mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya.
Tentang istilah “Penelitian” banyak para sarjana yang mengenukakan pendapatnya,
seperti :
a.David H. Penny
Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang
pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
b.J. Suprapto MA
Penelitian ialah penyelididkan dari suatu
bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan
untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip
-
prinsip dengan sabar, hati
-
hati serta
sistematis.
c.
Sutrisno Hadi MA
Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat didefinisikan sebagai usaha untuk
menemukan, mengembangkan dan m
enguji kebenaran suatu pengetahuan.
d.
Mohammad Ali
Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu dengan melalui penyelidikan atau
melalui usaha mencari bukti
-
bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang
dilakukan secara hati
-
hati sekali sehing
ga diperoleh pemecahannya.
Dari batasan
-
batasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan
metodologi
penelitian
adalah
suatu
cabang
ilmu
pengetahuan
yang
membicarakan/mempersoalkan mengenai cara
-
cara melaksanakan penelitian
sampai
me
nyusun laporannya) berdasarkan fakta
-
fakta atau gejala
-
gejala secara ilmiah.
Lebih luas lagi dapat dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah ilmu yang
mempelajari cara
-
cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu
melalui tahapa
n
-
tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun serta
menganalisis dan menyimpulkan data
-
data, sehingga dapat dipergunakan untuk menemukan,
mengembangkan dan menguji kebenaran sesuatu pengetahuan berdasarkan bimbingan
Tuhan.
Metodologi penel
itian terdiri dari kata metodologi yang berarti ilmu tentang jalan
yang ditempuh untuk memperoleh pemahaman tentang sasaran yang telah ditetapkan
sebelumnya. Sejalan dengan makna penelitian tersebut di atas, penelitian juga dapat
diartikan sebagai usaha/ke
giatan yang mempersyaratkan keseksamaan atau kecermatan
dalam memahami kenyataan sejauh mungkin sebagaimana sasaran itu adanya. Jadi,
metodologi penelitian adalah ilmu mengenai jalan yang dilewati untuk mencapai
pemahaman. Jalan tersebut harus ditetapkan s
ecara bertanggung jawab ilmiah dan data yang
dicari untuk membangun/ memperoleh pemahaman harus melalui syarat ketelitian, artinya
harus dipercaya kebenarannya.
B.
Perkembangan Metodologi Penelitian
Ilmu pengetahuan memiliki sifat utama yaitu tersusun secara
sistematik dan runtut
dengan menggunakan metode ilmiah. Karenanya sementara orang menganggap perlunya
memiliki sikap ilmiah untuk menyusun ilmu pengetahuan tersebut atau dengan kata lain
ilmu pengetahuan memiliki tiga sifat utama tersebut, yaitu :
1)
Sikap i
lmiah
2)
Metode ilmiah
3)
Tersusun secara sistematik dan runtut
Sikap ilmiah menuntun orang untuk berpikir dengan sikap tertentu. Dari sikap
tersebut orang dituntun dengan cara tertentu untuk menghasilkan ilmu pengetahuan.
Selanjutnya cara tertentu itu disebut
metode ilmiah. Jadi dengan sikap ilmiah dan metode
ilmiah diharapkan dapat disusun ilmu pengetahuan
dengan sistematik dan runtut.
Periode perkembangan metodologi penelitian yang dikemukakan oleh Rummel yang
dikutip oleh Prof. Sutrisno Hadi MA digolongka
n sebagai berikut :
a.
Periode Trial and Error
Dalam periode ini diisyaratkan bahwa ilmu pengetahuan masih dalam keadaan
embrional. Dalam periode ini orang menyusun ilmu pengetahuan dengan cara mencoba
-
coba berulang kali sampai dijumpia suatu pemecahan masala
h yang diangap
memuaskan.
b.
Periode Authority and Tradition
Pada periode ini kebenaran ilmu pengetahuan didasarkan atas pendapat para pemimpin
atau penguasa waktu itu. Pendapat
-
pendapat itu dijadikan
ajaran yang harus diikuti
begitu saja oleh rakyat banyak d
an mereka harus menerima bahwa ajaran tersebut benar.
Di samping pendapat para penguasa atau pemimpin, tradisi dalam kehidupan manusia
memang memegang peranan yang sangat penting di masa lampau dan menentang tradisi
merupakan hal yang tabu. Karenanya tradi
si dipercaya sebagai hal yang benar, sehingga
tradisi menguasai cara berpikir dan cara kerja manusia berabad
-
abad lamanya. Sebagai
contoh,sampai pertengahan abad 20, petani Jawa masih memegang tradsisi bahwa
mereka akan segera turun ke aswaah apabila telah
melihat bintang biduk (gubuk
penceng) sebagai pertanda mulai turun hujan.
c.
Periode Speculation and Argumentation
Pada periode ini ajaran atau doktrin para pemimpin atau penguasa serta tradisi yang
bercakal dalam kehidupan masyrakat mulai menggunakan dialek
tika untuk mengadakan
diskusi dalam memecahkan masalah untuk memperoleh kebenaran. Dengan kata lain,
masyarakat mulai membentuk kelompok
-
kelompok spekulasi untuk memperoleh
kebenaran dan menggunakan argumen
-
argumen. Masing
-
masing kelompok membuat
spekulasi
dan argumen yang berbeda dalam memperoleh kebenran. Oleh sebab itu, pada
saat ini orang terlalu mendewakan akal dan kepandaian silat lidahnya, yang kadang
-
kadang dibuat
-
buta supaya tampak masuk akal.
d.
Periode Hypothesis and Experimentation
Pada periode ini
orang mulai mencari rangkaian tata cara untuk mnerangkan suatu
kejadian. Mula
-
mula membuat dugaan
-
dugaan (hipotesis
-
hipotesis), kemudian
mengumpulkan fakta
-
fakta kemudian dianalisis dan diolah, hingga akhirnya ditarik
kesimpulan. Fakta
-
fakta tersebut dipe
roleh dengan eksperimen atau observasi
-
observasi
serta dokumen
-
dokumen.
(
Narbuko, Drs. Cholid dan Drs. H. Abu Achmadi.
2012.
Metodologi Penelitian
. Jakarta :
Bumi Aksara.
)
C.
Desain penelitian
Desain penelitian atau rancangan penelitian pada dasarnya
adalah
strategi untuk
memperoleh data yang diperg
unakan untuk menguji hipotesa meliputi penentuan pemilihan
subjek, dari mana informais atau data kan diperoleh, teknik yang digunakan untuk
mengumpulkan data, prosedur yang ditempuh untuk pengumpulan serta perlakua
n yang
kana diselenggarakan (khusus untuk penelitin eksperimental).
Desain penelitian ditetapkan
dengan mengacu pada hipotesa yang telah dibangun. Pemilihan desain yang tepat sangat
diperlukan untuk menjamin pembuktian hipotesa secara tepat pula.
Dalam bah
asan ini, jenis
-
jenis rancangan penelitian dikelompokkan dengan mengacu pada
Arikunto dalam bukunya “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik”.
Pengelompokkan Desain Penelitian
Berdasarkan sudut pandang untuk melakukan penelitian, jenis
-
jenis desain p
enelitian
dikelompokkan sebagai berikut :
1.
Menurut teknik pengambilan sampel
a.
Penelitian terhadap populasi
b.
Penelitian terhadap sampel
c.
Studi kasus
2.
Menurut timbulnya variabel
a.
Penelitian non eksperimental
i.
Penelitian deskriptif
1.
Survei
2.
Studi kasus
3.
Penelitian kaus
al komparatif
a.
Penelitian Retrospektif (Ex post facto)
b.
Penelitian Prospektif
(Cohort)
4.
Penelitian korelasional
ii.
Penelitian historis
iii.
Penelitian filsafat
b.
Penelitian eksperimental
i.
Penelitian pra eksperimental
1.
Pasca tes satu kelompok
2.
Pra tes dan pasca tes satu k
elompok
ii.
Penelitian eksperimental semu (Quasi Experimental Study)
1.
Pasca tes dengan kelompok yang tidak diacak
2.
Pra tes dan pasca tes yang tidak diacak
iii.
Penelitian eksperimental sungguhan
1.
Pasca tes dengan kelompok yang diacak
2.
Pra tes dan pasca tes dengan kelom
pok yang diacak
3.
Desain Solomon
iv.
Penelitian klinik (Clinical Trial)
v.
Riset Operasi (Operations Research)
3.
Menurut model pengembangannya
a.
Penelitian cross sectional
b.
Penelitian longitudinal
Seorang peneliti dapat memilih desain penelitiannya menurut pengelompokk
an
tersebut di atas
, sehingga dapat saja suatu penelitian merupakan gabungan dari beberapa
desain, seperti misalnya, desain penelitian korelasional dengan pendekatan
croos
sectional
pada total populasi; desain penelitian deskriptif kausal komparratif denga
n
pendekatan prospektif dan lain sebagainya.
(Sandjaja, B. dan Albertus Heriyanto. 2006.
Panduan Penelitian
. Jakarta : Prestasi
Pustakaraya.)
Menurut Prof. Sutrisno Hadi MA, jenis
-
jenis penelitian dapat digolongkan sebagai
berikut :
1)
Menurut bidangnya :
Pe
nelitian dapat meliputi misalnya penelitian pendidikan, penelitian pertanian,
penelitian hukum, penelitian ekonomi, penelitian agama
2)
Menurut tempatnya :
Penelitian dapat meliputi misalnya penelitian laboratorium, penelitian perpustakaan
dan penelitian kanc
ah
3)
Menurut pemakaiannya :
Penelitian dapat meliputi : Penelitian murni dan penelitian terapan
4)
Menurut tujuan umumnya :
Penelitian dapat meliputi : Penelitian eksploratif, penelitian developmental dan
penelitian verifikatif
5)
Menurut tarafnya , penelitian dap
at meliputi : penelitian inferensial
6)
Menurut pendekatannya, penelitian dapat meliputi penelitian longitudinal dan
penelitian cross sectional
Di sisi lain Dirjen Pendidikan Tinggi menyebutkan salah satu cara penggolongan
mengenai macam rancangan penelitian
berdasarkan atas sifat
-
sifat masalahnya.
Mendasarkan atas sifat
-
sifat masalah tersebut, rancangan penelitian dapat
digolongkan sebagai berikut :
a.
Penelitian historis
b.
Penelitian deskripitf
c.
Penelitian perkembangan
d.
Penelitian kasus dan penelitian lapangan
e.
Pene
litian korelasional
f.
Penelitian kausal komparatif
g.
Penelitian eksperimental sungguhan
h.
Penelitian eksperimental semu
i.
Penelitian tindakan
D.
Variabel Penelitian
Menurut Y.W Best yang disunting oleh sanpiah Faisal yang disebut variabel
penelitian adalah kondisi
-
k
ondisi atau serenteristik
-
serenteristik yang oleh peneliti
dimanipulasikan, dikontrol atau diobservasi dalam suatu penelitian. Sedang Dirjen Dikti
Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan variabel penelitian adalah segala
sesuatu yang akan menjadi
objek pengamatan penelitian. Dari kedua pengertian tersebut
dapatlah dijelaskan bahwa variabel penelitian itu meliputi faktor
-
faktor yang berperan dalam
peristiwa atau gejala yang akan diteliti.
Variabel penelitian ditentukan oleh landasan teoretisnya dan
kejelasannya ditegaskan
oleh hipotesis penelitian. Oleh karena itu, apabila landasan teoretis suatu penelitian berbeda,
akan berbed pula variabelnya.
Pada dasarnya banyaknya variabelsangat tergantung oleh sederhana atau
runtutnya
penelitian. Semakin sede
rhana rancangan penelitian, maka akan semakin sederhana pula
variabelnya dan sebaliknya. Macam
-
macam variabel adalah sebagai berikut :
1)
Menurut fungsinya variabel dapat dibedakan :
a.
Variabel tergantung
b.
Variabel bebas
c.
Variabel intervening
d.
Variabel moderator
e.
V
ariabel kendali
f.
Variabel rambang
a.
Variabel Tergantung (Dependent Variabel)
Yaitu kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul ketika penelitian
mengintroduksi, pengubah atau mengganti variabel bebas. Menurut fungsiya, variabel
ini dipengaruhi oleh va
riabel lain, karenanya juga sering disebut variabel yang
dipengaruhi atau terpengaruhi.
b.
Variabel bebas (Independent Variabel)
Adalah kondisi
-
kondisi atau karakteristik
-
karakteristik yang oleh peneliti dimanipulasi
dalam rangka untuk menerangkan hubungannya
dengan fenomena yang diobeservasi.
Karena fungsi variabel ini sering disebut variabel pengaruh, sebab berfungsi
mempengaruhi variabel lain, jadi secara bebas berpengaruh terhadap variabel lain.
c.
Variabel intervening
Yaitu variabel yang berfungsi menghubung
kan variabel satu dengan variabel yang lain.
Hubungan
itu dapat menyangkut sebab akibat atau hubungan pengaruh dan terpengaruh.
d.
Variabel Moderator
Variabel moderator ialah variabel yang karena fungsinya ikutmempengaruhi variabel
tergatung serta memperjelas
hubungan bebas dengan variabel tergantung.
e.
Variabel kendali
Adalah variabel yang membatasi (
sebagai kendali
)
atau mewarna
i
variabel moderator.
Variabel ini berfungsi sebagai kontrol terhadap variabel lain terutama
yang
berkaitan
dengan variabel moderator.
f.
Variabel rambang
Yaitu variabel yang fungsinya dapat diabaikan atau pengaruhnya terhadap variabel bebas
maupun variabel tergantung hampir tidak diperhatikan.
2)
Menurut datanya, variabel dapat dibedakan berdasarkan data yang diharapkan
terkumpul, karena itu
dapat dibedakan menjadi :
a)
Data nominal yang terkait dengan variabel nominal
b)
Data ordinal yang terkait dengan variabel ordinal
c)
Data interval yangterkait dengan variabel interval
d)
Data rasio yang terkait dengan variabel rasio
Variabel nominal adalah variab
el yang bersifat deskrit dan saling pisah antara
kategori satu dengan yang lain. Contohnya : jenis kelamin, jenis pekerjaan, status
perkawinan dsb.
Variabel ordinal ialah variabel yang disusun berdasarkan tingkat/rangking yang
berurutan.
Variabel interva
l adalah variabel yang dihasilkan dari pengukuran, dimana dalam
pengukuran tersebut diasumsikan terdapat satuan pengukuran yang sama.
Variabel rsio ialah variabel yang dalam kuantifikasinya hanya mempunyai nol mutlak.
Hubungan antar variabel
Sesungguhnya
yang dikemukakan di dalam inti penelitian ilmiah adalah mencari
hubungan antara
berbagai variabel. Hubungan yang paling dasar adalah hubungan
antara dua variabel bebas dan variabel terikat (tergantung).
Merumuskan definisi operasional variabel
Setelah v
ariabel
-
variael diidentifikasikan dan diklasifikasikan, maka variabel
-
variabel tersebut perlu didefiniskan secara operasional (Bridgman
-
1927). Penyusunan ini
perlu diakukan karena definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang
cocok untuk
digunakan.
Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat
-
sifat hal yang
didefinisikan yang dapat diamati/diobservasi. Konsep yang dapat diamati merupakan hal
yang sangat penting karena hal yang dapat diamati tersebut membuka kemungkinan
bagi
orang lain, tentunya selain peneliti itu sendiri untuk dapat melakukan hal serupa,
sehingga nantinya apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh
orang lain.
Adapun cara menyusun definisi operasional itu dapat bermacam-macam, yai
tu:
a. Yang menekankan kegiatannya (operation), apa yang perlu dilakukan.
b. Yang menekankan bagaimana kegiatan (operation) itu dilakukan
c. Yang menekankan sifat-sifat statis hal yang didefinisikan
b.
Menentukan derajat atau koefisien konfidensi (keyakinan) yang diinginkan
dalam menentukan penaksiran. Dalam rumus, koefisien konfidensi dinyatakan
dengan simbol z, biasanya dipilih salah satu dari nilai :
1)
0,01 = 1%= tingkat keyakinan 99% sebesar 2,58
2)
0
,05 = 5%= tingkat keyakinan 95% sebesar 1,96
(angka
-
angka tersebut diperoleh dari distribusi normal). Dari angka tersebut
terlihat bahwa koefisien konfidensi 0,01 memerlukan sampel lebih banyak
dibanding dengan koefisien konfidensi 0,05.
c.
Mnetapkan kemungki
nan kekeliruan menarik sampel dalam bentuk prosentase
(yang di dalam rumus dinyatakan dengan simbol b)
. Misal: diterapkan
kemungkinan membuat kekeliruan sebesar 5% maka b= 0,05, sebesar 2% maka b
= 0,02, semakin tinggi nilai b, maka jumlah sampel relatif s
edikit.
d.
Apabila di dalam perhitungan beberapa populasi yang berbeda jumlahnya, tetapi
harus dipergunakan :
1.
Proporsi populasi
2.
Tingkat koefisin konfidensi sama
3.
Perkiraan prosentase kemungkinan membuta kesalahan sama
e.
Rumus sampel minimal
Dimana n = juml
ah sampel minimal
p = proporsi populasi prosentase kelompok pertama
q = proporsi sisa di dalam populasi (1
-
p)
z = derajat koefisien pada 99% atau 95%
e = prosentase perkiraan kemungkinan membuat kesalahan dalam
menentukan ukuran sampel (= b)
Ca
tatan : Rumus tersebut tidak berlaku apabila nilai p(1
-
p) = 0. Cara lain untuk
menghitung jumlah sampel didasarkan pada pendugaan proporsi
populasi. Rumus yang digunakan diformulasikan oleh Yamane (1967)
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
d = presisi
f.
Winarno Surachmad dalam “dasar dan teknik Research Pengantar Metodologi
Ilmiah”, memberikan pedoman sebagai berikut : apabila populasi cukup
n
≥ p. Q (z/e)
2
atau n
≥ p (1
-
p) (/b)
2
n = N
Nd
2
+ 1
Teknik ini menghendaki pengambilan sampel dengan mendasarkan pada quotum
(di Indonesia = kotum). Peneliti harus terlebih dahulu menetapk
an jumlah subjek
yang akan diselidiki. Subjek
-
subjek populasi harus ditetapkan kriterianya untuk
menetapkan kriteria sampel. Ciri pokok dalam quota sampling adalah bahwa
jumlah subjek yang telah ditetapkan akan terpenuhi.
-
Teknik double sampling
Teknik dou
ble sampling ialah pengambilan sampel yang mengusahakan adanya
sampel kembar. Yang dimaksud sampel kembar yaitu sampel yang diperoleh
misalnya dengan angket (terutama angket yang dikirim melalui pos). Dari cara
itu, ada angket yang kembali dan ada yang tid
ak kembali. Masing
-
masing
kelompok dicatat, kemudian bagi angket yang tidak kembali dipertegas dengan
interview. Jadi, sampling kedua ini berfungsi mengecheck sampling pertama
(yang angketnya kembali).
-
Teknik area probability sampling
Teknik ini menghendak
i cara pengambilan sampel yang mendasarkan pada
pembagian area yang ada pada populasi. Artinya daerah yang ada pada populasi
dibagi
-
bagi menjadi beberapa daerah yang lebih kecil.
-
Teknik cluster sampling
Teknik ini menghendaki adanya kelompok
-
kelompok dalam
pengambilan
sampel berdasarkan atas kelompok
-
kelompok yang ada pada populasi. Jadi,
populasi sengaja dipandang berkelompok
-
kelompok, kemudian kelompok itu
tercermin dalam sampel.
Perlu dicatat bahwa dalam suatu penelitian orang boleh menggunakan
teknik k
ombinasi. Misalnya untuk menentukan subjek penelitian digunakan
teknik area probability sampling, sedang dalam menentukan objeknya digunakan
teknik random. Maka teknik samplingnya menjadi area probability
-
random
sampling.
Sampling Error
Sampling error ial
ah kesalahan pengumpulan data dikarenakan oleh cara pemilihan
sampel
yang
menyebabkan
sampel
yang
terpilih
tidak
dapat
mewakili
populasi.Sedangkan kesalahan yang terjadi bukan karena pemilihan sampel dinamakan
non sampling error.
Sampling error biasanya s
ulit dihindari, tetapi dapat diperkecil dengan penambahan
jumlah sampel.
Sebagai contoh, dilakukan pengumpulan data dengan cara kuesioner yang
dikirim melalui surat. Populasi yang akan diteliti adalah 1 juta dan ditentukan 1.000 yang
dalam data entry, kemudian hasil data entry tadi di cross check. Ada program komputer
yang mampu melaksanakan hal ini.

SUMBER : http://staffnew.uny.ac.id

Kamis, 13 Oktober 2016

Dampak limbah Pengolahan Tempe dan Tahu terhadap Lingkungan tanah


DAMPAK LIMBAH PENGOLAHAN  TEMPEN DAN TAHU TERHADAP LINGKUNGAN TANAH








  • Pengolahan tempe
Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Asam amino yang terkandung dalam proteinnya tidak selengkap protein hewani, namun penambahan bahan lain seperti wijen, jagung atau menir adalah sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut.
Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan. Hasil olahannya dapat berupa makanan seperti keripik, tahu dan tempe, serta minuman seperti bubuk dan susu kedelai. Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 – 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung, tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering. Bila seseorang tidak boleh atau tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani lainnya, kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari 157,14 gram kedelai. Kedelai dapat diolah menjadi: tempe, keripik tempe, tahu, kecap, susu, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga, kecuali mesin pengupas, penggiling, dan cetakan.
       ·       Pengolahan tahu
Pencucian dan perendaman kedelai adalah proses mencuci kedelai sampai bersih, dan merendam kedelai selama kurang lebih 3 - 4 jam, atau sampai kedelai mengembang. Proses penggilingan kedelai adalah proses menggiling kedelai yang sudah mengembang hingga menjadi bubur dan siap untuk di rebus. Proses pemasakan bubur kedelai adalah proses memasak (merebus) bubur kedelai yang telah digiling sampai halus yang dicampur dengan air yang mendidih dengan cara diaduk-aduk terus sampai warna bubur kedelai berubah menjadi kuning agak pucat. Proses ini memerlukan waktu kurang lebih satu jam. Proses penyaringan sari tahu adalah proses menyaring bubur kedelai yang sudah berwarna kuning agak pucat untuk dipisahkan dari ampasnya. Bubur kedelai yang sudah dipisah dari ampasnya kemudian ditambah cuka (larutan biang) dan di aduk hingga terbentuk endapan atau menggumpal, dan diamkan selama 15 menit, kemudian disaring.

Tahap pencetakan tahu adalah proses memisahkan air sisa penggumpalan dalam sari kedelai yang sudah mengental, kemudian dicetak dan ditempatkan pada cetakan yang terbuat dari papan dengan ukuran 40 x 70 cm. Pada cetakan dialasi kain kasa dimasukkan sari kedelai, hal ini bertujuan agar tahu rapi dan tidak tercecer. Kemudian papan pengepres diletakkan menutupi cetakan dengan batu pemberat selama 5 - 10 menit. Proses pemotongan tahu adalah proses  mengangkat sari tahu dari cetakan bila sari tahu sudah terbentuk padat, kemudian balik sari tahu dari papan cetakan ke ancak yang terbuat dari bambu, ambil kain kasanya dan potong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Untuk tahu putih tidak perlu direbus lagi, sedangkan untuk tahu kuning direbus lagi dengan perasan air kunyit dan garam agar warna kuning.
      ·       Dampak Limbah hasil pengolahan tempe dan tahu  terhadap lingkungan tanah
            A.  Dampak Positif Terhadap Lingkungan Tanah
        Limbah pembuatan tahu dan tempe digunakan sebagai Sebagai sumber pupuk pertanian. air limbah tahu yang mengandung zat organik oleh industri langsung dibuang ke saluran irigasi dapat dimanfaatkan untuk kesuburan tanah pertanian. Air limbah tahu merupakan limbah organik mudah terurai dan baik untuk pertanian. Biasanya para petani mencari air untuk mengairi sawahnya dan memanfaatkannya. Selain itu air limbah tahu juga berguna untuk tambahan makanan ikan-ikan peliharaan disawah. Biasanya para petani yang mengelola ikan disawah secara rutin dan terus menerus mengaliri sawahnya untuk makanan ikan. Dan hasilnya pun ikan cepat besar.Namun apabila konsentrasi air limbah terlalu pekat, maka air limbah tahu dapat menjadi sumber pencemaran air persawahan dan kolam sehingga ikan- ikan yang dipelihara disawah dan dikolam akan mati.

          B.  Dampak Negatif Terhadap Lingkungan Tanah

          Dampak negatif limbah usaha kecil pangan dapat menimbulkan masalah dalam penanganannya karena mengandung sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak, garam-garam, mineral, dan sisa-sisa bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan dan pembersihan. Air buangan (efluen) atau limbah buangan dari pengolahan pangan dengan Biological Oxygen Demand ( BOD) tinggi dan mengandung polutan seperti tanah, larutan alkohol, panas dan insektisida. Apabila efluen dibuang langsung ke suatu perairan akibatnya menganggu seluruh keseimbangan ekologik dan bahkan dapat menyebabkan kematian hewan – hewan tanah
.
Sumber :

https://iqbalsyarifullah.wordpress.com/category/proses-pembuatan-tempe/
http://yandromanullang.blogspot.co.id/2015/10/tugassoftskill-teknik-lingkungan-amdal.html?m=1
http://fajri-fafa.blogspot.co.id/2014/06/dampak-industri-tahu-terhadap.html
http://sendaljepit23.blogspot.co.id/2013/03/makalah-penelitian-tentang-limbah-tahu.html

Jumat, 10 Juni 2016

Manusia dan Kegelisahan


A.    Pengertian Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti perasaan yang mengganjal,dan merasa hati seperti tidak tentram dan kepikiran sesuatu yang penting sekali buat diri kita dan membuat diri kita tidak nyaman dan merasakan kecemasan. Kegelidahan hanya dapat diketahui dari sikap,wajah seseorang yang seperti menunjukan kekhawatiran,dan gerak geriknya contohnya adalah seperti berjalan mundar mandir sambil menundukan kepalanya dengan wajah murung dan mengepal ngepal kedua tangannya dan tentunya malas bicara dan hanya diam saja. Sikap kecemasan itu ada 2 yaitu : Kecemasan neoritis,dan kecemasan moril. Kecemasan neoritis adalah kecemasan yang ditakuti karna bayangannya sendiri, membuat gelisah karena merasa sesuatu yang hebatakan terjadi, dan kecemasan ini juga mengandung rasa phobia, rasa takut karena sesuatu. Kecemasan moril adalah rasa cemas yang disebabkan karena pribadi seseorang yang disebabkan karena merasa iri, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa yang kurang. Rasa kegelisahan memiliki sebab - sebab kenapa bisa merasa gelisah diantaranya adalah karena sesuatu yang akan terjadi, seperti contoh akan ada bencana gunung meletus itu akan mendatangkan rasa gelisah karena takut hilangnya hak hidup,hak milik,hak dapat perlindungan,hak kemerdekaan untuk tetap hidup. Usaha - usaha mencegah dan mengatasi rasa kegelisahan adalah pertama - tama kita harus mulai semua dari dalam diri kita sendiri, kita harus menenangi diri kita sendiri terlebih dahulu. Dengan sikap tenang dan dapat berpikir tenang kita dapat mengatasi segala kegelisahan yang akan mendatangi diri kita. Cara untuk mengatasi rasa kegelisahan yang menghampiri kita adalah pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa, berdoa dan melakukan shalat agar hati dan pikiran kita di tenangkan, ini adalah cara terampuh. Percaya bahwa tuhan adalah maha pengampun,maha pengasih,lagi maha penyayang. Keterasingan berasal dari kata terasing atau asing yang berarti dalam kesendirian dan tidak kenal orang lain atau tidak dikenal orang lain, terpisahkan dari orang lain, tersisihkan darri pergaulan. Kekurangan yang ada pada diri seseorang dapat juga menyebabkan orang itu diasingkan oleh orang lain atau masyarakat. Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi yang dapat diartikan kesepian adalah seseorang yang merasa sepi dan jauh dari orang - orang dan perlunya seseorang untuk menghibur dan menghilangkan rasa sepi tersebut. Kesepian memiliki penyebab kenapa bisa terjadi rasa sepi tersebut. Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya, ia lebih senang hidup sendiri. Bila kita perhatikan sepintas lalu keterasingan dan kesepian itu serupa tetapi tidak sama, namun ada hubungannya. Beda antara keduanya hanya terletak pada sebab akibat. Jadi kesepian itu akibat dari terasingkan dan terasingkan akibat dari sikap yang sombong,angkuh,keras kepala, sehingga dijauhi oleh orang lain atau teman sepergaulannya. Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti yaitu tidak menentu, tidak dapat ditentukan dan tidak tau tanpa arah dan usul yang tidak jelas. Sebab - sebab terjadinya ketidak pastian adalah karena pikirannya terganggu dan tidak dapat berfikir normal kembali seperti seharusnya. Beberapa tanda - tandanya adalah obsesi,phobia,dan kompulasi . Obsesi adalah adanya perasaan tertentu yang terus menerus ada misalnya adalah seseorang yang merasa dirinya akan di jatuhkan oleh orang lain, pikiran itu tidak hilang malah makin menjadi - jadi. Phobia adalah rasa takut atau trauma yang tidak terkendali kepada sesuatu hal yang menurut masing - masing orang sangat menakutkan bagi dirinya sendiri. Kompulasi adalah Ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali. Contohnya adalah keinginan untuk mengambil barang (mencuri), padahal barang itu tak bermanfaat baginya, dan andaikata ingin membeli, mampu juga dia (kleptomania) keinginan minum-minuman keras, orang itu bukan pemabuk, tetapi bila dilanda pikiran atau perasaan kecewa keinginan minumnya tak dapat dibendung.

DaftarPustaka :

www.kompasiana.com/definisi-kegelisahan_552a4e05f17e610d78d623d6

Manusia dan Pandangan Hidup


A.    Pengertian Pandangan Hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan Hidupmerupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup sendiri – sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari. Seperti yang ada di negara kita sekarang ini, semakin maraknya kasus terorisme. Masalah ini terjadi akibat kurang tepatnya pandangan suatu orang terhadap masalah kehidupan sehari – hari.  Mereka manafsirkan atau mengartikan suatu ajaran secara sepotong – sepotong dan hanya berdasarkan pada satu atau dua sumber saja tidak melihat keadaan sekitar yang diperkirakan secara logika sehingga mendapatkan penjelasan yang kurang tepat. Mereka berpandangan bahwa semua orang yang menentang atau memusuhi keyakinannya adalah musuh buat mereka dan itu harus dimusnahkan dari muka bumi ini untuk tersciptanya kehidupan yang aman dan sejahtera. Padahal kalau kita perhatikan sebenarnya pandangan mereka terhadap masalah tersebut adalah kurang tepat, bukan sewajarnya orang yang keliru itu disadarkan untuk kembali ke jalan yang lurus bukan malah ditiadakan atau dimusnahkan. Tetapi pandangan seperti itu seperti sudah mendarah daging pada diri mereka dan orang – orang pengikutnya. Bahkan mereka menganggap kalau melakukan hal tersebut akan mendapat suatu pahala yang besar dan kalaupun mereka maninggal dalam menjalankan aksi mereka tersebut dianggap sebagai mati syahid. Padahal kalau diamati justru perbuatan yang mereka lakukan itu sangat merugikan orang lain, seperti menghilangkan nyawa orang lain pasti keluarga yang ditinggalkan itu akan menyimpan duka yang sangat mendalam dan bahkan sulit untuk dihilangkan. Banyak anak kecil yang kehilangan orang tuanya, para orang tua kehilangan lapangan pekerjaan, dan lain sebagainya. Mereka juga tidak segan segan untuk menyebarkan ajarannya tersebut kepada orang – orang yang ada disekitarnya sehingga pengikut semakin banyak. Dan hal tersebut tidak akan berhenti sebelum apa yang mereka inginkan tercapai. Seperti yang kita lihat sekarang ini, meskipun pimpinan gembong teroris sudah banyak yang tertangkap tetapi terorisme masih terus terjadi. Hal tersebut dikarenakan bahwa ajaran yang mereka ajarkan masih belum mati dan terus berjalan sehingga siapa saja bisa menerukan ajaran tersebut meskipun sang pemimpin telah tiada, karena mereka bisa membentuk kader – kader pemimpin baru.   Untuk masalah tersebut hal yang harus dibenahi sebeneranya adalah pandangan hidup pada pribadi masing masing orang tersebut. Kalau yaang dibasmi adalah pemimpinnya itu belum bisa menuntaskan permasalahan karena pengikutnya masih banyak dan hal itu sulit untuk ditelusuri satu persatu. Kalau pandangan hidup mereka sudah kembali ke jalan yang benar, tidak perlu lagi diperintah pun mereka akan menghentikan aksi aksi yang mereka jalankan sekarang ini dengan kesadaran probabadi. Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri atas tiga macam.
  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
  3. Pandangan hidup hasil renungan yakni pandangan hidup yang relative kebenarannya.
Orang yang memiliki pandangan hidup pasti memiliki tujuan, dan tujuan ini biasa di sebut cita-cita. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.
            Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor. - Faktor manusia - Faktor kondisi - Faktor tingginya cita-cita Terdapat formula sukses yang dapat kita jadikan pedoman untuk menggapai cita-cita kita. Pertama kita harus mengubah Belief System (Keyakinan dan Goal) kita. Kedua kita harus mengubah cara berpikir kita dan emosi kita. Ketiga, mengubah segala keputusan kita yang dapat menghambat cita-cita kita. Keempat, kita harus mengubah segala tindakan-tindakan buruk kita. Dari semua itu kita akan mendapatkan hasil yang menjadi keyakinan dan goal kita dari awal. Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak. Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai. Contoh adalah seseorang yang punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress, lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan seterunya. Tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca atau melihat film motivasi hidup seperti laskar pelangi.

Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup apapun dan bagaimanapun itu untuk dapat mencapai dan berhasil dalam kehidupan yang diinginkannya. Tetapi apapun itu, yang terpenting adalah memiliki pandangan hidup yang baik agar dapat mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik pula. Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yakni:
  • Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
  • Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
  • Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
            Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.
  • Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
  • Mengabdi       
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akhirat.

Daftar Pustaka :

http://mamz.weebly.com/manusia-dan-pandangan-hidup.html