Rabu, 11 November 2015

Membuat kulkas kecil


Membuat kulkas kecil merupakan hal yang kreatif karena di buat dengan alat yang sedikit dan mudah untuk perakitannya, sangat cocok buat anak kost atau kalian yang hobi nya membuat hal unik. Mungkin sebagian dari kalian saat mendengar membuat kulkas pasti yang terpikirkan adalah susah. Akan tetapi membuat kulkas kecil ini sangat mudah karena metode pendinginan nya menggunakan Peltier. Apa itu peltier?   merupakan komponen yang berbentuk kotak tipis dengan dua sisi lebar dan mempunyai dua kutub kabel penghubung, dua sisi lebar tersebut akan berubah menjadi panas dan sisi lainnya menjadi dingin jika kedua kutub dialiri tegangan. Sisi dingin inilah yang dimanfaatkan untuk mendinginkan benda dengan cara ditempelkannya, cara kerjanya adalah dengan cara membuang hawa panas dari satu sisi ke sisi lainnya oleh karena itu sisi sau jadi dingin dan sisi seberang jadi panas, suhu dari kedua sisi tersebut dapat berbeda 65 derajad celcius, jika sisi panas peltier anda beri pendingin maka akan menyebabkan sisi dingin akan lebih dingin lagi. Anda pun dapat berkreasi dengan peltier ini, peltier ini dapat dikreasikan menjadi Kulkas kecil.

ok sekarang adalah bahan komponen dan cara pembuatan nya.
[KOMPONEN]
1. Peltier 

2. Pendingin 

3.Kipas kecil 
   Kipas kecil yang biasa berada di dalam pc / portable kipas laptop

4.box kulkas kecil
   Di buat dari bahan Sterofoam. berguna sebagai wadah minuman

5. lem plastik
6. kabel usb

[CARA PEMBUATAN]
1. Susun pendingin seperti gambar di bawah ini. dan gunakan lem sebagai perekat.

lalu beri pendingin lagi di balik Pletier sehingga bgaian Pletier di apit oleh pendingin.

2. Perancangan ini beroperasi pada tegangan 3V-12V, pada USB keluaran 5V bisa diterapkannya. Nah pada kabel USB didalamnya terdapat beberapa kabel, fokus pada kabel merah (positif) dan kabel negatif (hitam) yang nantinya akan dicolokkan di laptop sebagai dayanya. Berikut gambarnya


kabel pada kipas merah disambung dengan peltier merah
kabel pada kipas hitam disambung dengan peltier hitam
nantinya disambung ke kabel USB menjadi satu


3. Rakit komponen diatas dan pasang kan di bawah box. seperti gambar di bawah ini. dan pastikan box di beri lubang sebesar pendingin dan masukan setengah bagian pendingin tersebut ke dalam box .


4. hasil akan terlihat seperti ini .

Setelah melihat cara pembuatan diatas saya yakin anda pasti ingin mencoba nya. 
catatan :
- Komponen dapat dibeli di toko elektronik
- Peltier bekerja pada tegangan 5V-12V
- Cocok untuk mendingin kan minuman.
- Pastikan semua bagian di beri lem agar tidak mudah lepas

Demikian merupakan pembuatan kulkas kecil . Terima Kasih

SUMBER : http://listianto-tri.blogspot.co.id/2014/06/membuat-kulkas-kecil.html

Minggu, 08 November 2015

Migrasi dan Kebudayaan

Artikel : Migrasi dan Kebudayaan

Pengertian Migrasi
            Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar
wilayah satu negara saja.
Jenis-jenis Migrasi dan Faktor-faktor Penyebabnya

  •  Migrasi penduduk adalah gerak perpindahan penduduk secara horizontal untuk pindah tempat     tinggal melintasi batas administrasi. Perpindahan penduduk yang berlangsung dalam masyarakat ada dua macam sebagai berikut;


  1. Perpindahan vertikal, yaitu pindahnya status manusia dari kelas rendah ke kelas menengah, dari pangkat yang rendah ke pangkat yang lebih tinggi, atau sebaliknya.
  2.  Perpindahan horizontal, yaitu perpindahan secara ruang atau secara geografis dari suatu tempat ke tempat yang lain. Peristiwa inilah yang sering disebut dengan migrasi, meskipun tidak setiap gerak horizontal disebut migrasi.

Jenis-jenis Migrasi

Migrasi internasional (migrasi antarnegara)
Migrasi internasional (migrasi antarnegara) adalah perpindahan penduduk dari suatu Negara ke Negara lain. Migrasi internasional meliputi imigrasi, emigrasi, dan remigrasi.
  1. Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari Negara lain ke suatu Negara dengan tujuan menetap.
  2. Emigrasi, yaitu berpindahnya penduduk atau keluarnya penduduk dari suatu Negara ke Negara lain dengan tujuan menetap.
  3. Remigrasi, yaitu kembalinya penduduk dari suatu Negara ke Negara asalnya.
    Migrasi internal (migrasi nasional)
    Migrasi internal (migrasi nasional) adalah perpindahan penduduk yang masih berda dalam lingkup satu wilayah Negara. Perpindahan yang merupakan migrasi internal antara lain sebagai berikut.
  4. Urbanisasi, Urbanisasi adalah prepindahan dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan. Berikut faktor-faktor penyebab urbanisasi.
  Faktor daya tarik desa
  • Upah tenaga kerja di kota lebih tinggi daripada desa.
  • Lapangan pekerjaan formal maupun informal di kota lebih banyak daripada di desa.
  • Banyak hiburan dan fasilitas kehidupan yang lain.
  Faktor daya dorong desa
  • Sempitnya lahan pertanian di desa
  • Sempitnya lapangan pekerjaan di luar sektor pertanian.
  • Rendahnya upah tenaga kerja di desa.
  • Kurangnya fasilitas hburan dan kehidupan.
  • Adanya kegiatan pertanian di desa yang bersifat musiman.
  • Adanya keinginan penduduk untuk memperbaiki taraf hidup.
            Urbanisasi tidak hanya dilakukan di kota-kota besar, melainkan juga dialami oleh kota-kota kecil. Beberapa tempat yang semula bersifat pedesaan dapat tumbuh ke sifat perkotaan akibat urbanisasi. Contoh : ibu kota kecamatan, zona industri, proyek perumahan, dan proyek pertambangan dapat menjadi tempat tujuan orang untuk bekerja.


  • Transmigrasi
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk, yang diprakarsai dan diselenggarakan pemerintah, dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang belum padat penduduknya.

   Macam-macam transmigrasi :


  1. Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang dibiayai oleh pemerintah mulai dari daerah asal sampai ke daerah tujuan transmigrasi.
  2. Transmigrasi spontan, yaitu transmigrasi yang dilakukan penduduk atas biaya, kesadaran, dan kemauan sendiri.
  3. Transmigrasi sektoral,yaitu transmigrasi yang biayanya ditanggung bersama antar pemerintah daerah asal transmigran dengan pemerintah daerah yang dituju.
  4. Transmigrasi khusus, yaitu transmigrasi dalam rangka pembangunan proyek-proyek tertentu, seperti transmigrasi bedol desa dan transmigrasi pramuka.
  5. Transmigrasi swakarsa, yaitu transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh transmigran atau pihak lain (bukan pemerintah).



   Jenis-jenis migrasi lainnya

  • Evakuasi, yaitu perpindahan penduduk karena gangguan bencana alam atau keamanan
  • Weekend, yaitu perginya orang-orang kota untuk mencari tempat berudara sejuk.
  • Forensen, yaitu orang-orang yang tinggal di desa tetapi bekerja di kota, sehinggasetiap hari menglaju (pergi dan pulang).
  • Turisme, yaitu orang-orangyang bepergian ke luar untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata di daerah/Negara yang dituju.
  • Reuralisasi, yaitu kembalinya pelaku urbanisasi ke daerah pedesaan.

   Pola Perpindahan (Mobilitas) Penduduk Suatu Daerah

   Pola perpindahan (Mobilitas) penduduk dibedakan menjadi empat mecam sebagai berikut :

  • Pola perpindahan harian, yaitu perpindahan penduduk setiap hari dari desa ke kota untuk mencari makan. Setiap hari melakukan perjalanan pergi pulang/nglaju (pergi pada pagi hari dan pulang pada sore hari).
  • Pola perpindahan musiman, yaitu perpindahan tempat tinggal penduduk yang dilakukan pada musim-musim tertentu. Contoh : perpindahan penduduk dari kaki pegunungan Himalaya, bila musim dingin turun ke daerah lembah, sedangkan saat musim panas mereka akan kembali ke daerah semula.
  • Pola perpindahan menetap, yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat laindengan tujuan menetap sekurang-kurangnya enam bulan lamanya.
  • Pola perpindahan tidak menetap, yaitu perpindahan penduduk Dallam jangka waktu pendek, tidak begitu teratur waktunya, dan hanya berdasarkan kebutuhan, contoh : salesman atau pedagang keliling yang melakukan promosi produk dari suatu perusahaan.


 Dampak Positif dan Negatif Migrasi serta Usaha Penanggulangannya
   Dampak positif migrasi terhadap daerah yang ditinggalkan
  1. Berkkurangnya jumlah penduduk sehingga mengurangi jumlah pengangguran.
    Meningkatnya kesejahteraan keluarga di desa, Karena mendapat kiriman dari yang pergi, terutama dari yang sudah hidup layak.
  2. “Seimbangnya” lapangan pekerjaan di desa dengan angkatan kerja yang tersisa, karena banyak orang yang meninggalkan desa.
   Dampak negatif migrasi terhadap daerah yang ditinggalkan
  1. Berkurangnya tenaga kerja muda daerah
  2. .Kurang kuatnya stabilitas keamanan karena hanya tinggal penduduk tua.
  3. Semakin berkurangnya tenaga penggerak pembangunan di desa.
  4. Terbatasnya jumlah kaum intelektual di desa karena penduduk desa yang berhasil memperoleh pendidikan tinggi di kota pada umunya enggan kembali ke desa.
   Dampak positif migrasi terhadap daerah yang dituju
  1. Jumlah tenaga kerja bertambah.
  2. Integrasi penduduk desa-kota semakin tampak.
  3. Dampak negatif terhadap daerah yang dituju
  4. Semakin padat jumlah penduduknya.
  5. Banyak terdapat pemukiman kumuh.
  6. Lalu lintas jalan semakin padat.
  7. Lapangan kerja semakin berkurang sehingga banyak dijumpai pengangguran tuna wisma, tuna susila, dan tindak kejahatan.
  8. Terdapat kesenjangan ekonomi dalam kehidupan di masyarakat.

 Usaha-usaha untuk mengatasi permasalahan akibat migrasi desa-kota antara lain sebagai          berikut.
  1. Membuka lapangan kerja baru di desa melalui kegiatan padat kray.
  2. Membangun sarana dan prasarana baru di bidang transportasi antardesa.
  3. Melaksanakan pembangunan regional melalui pembangunan kota-kota satelit di sekitar kota tujuan utama, seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor yang merupakn kota satelit Jakarta.
  4. Melaksanakan program pembangunan pedesaan dengan mengembangkan potensi desa sehingga penduduk desa tidak perlu lagi meniggalkan desanya untuk mencari pekerjaan.
    Mengadakan “politik kota tertutup”, yaitu larangan keras bagi penduduk yang tidak ber-KTP dan tidak mempunyai penghasilan tetap untuk menetap di kota yang dituju.
    Menggalakkan kegiatan industry kecil/industri rumah tangga di desa.
    Meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara intensifikasi (sapta usaha tani) dan diversifikasi pertanian.

Kebudayaan
A. Kebudayaan Betawi
Pada tahun 1930, kategori orang betawi yang sebelumnya tidak pernah ada justru muncul sebagai kategori baru dalam data sensus tahun tersebut. Jumlah orang betawi sebanyak 778.953 jiwa dan menjadi mayoritas penduduk batavia waktu itu. Antropolog Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr. Parsudi Suparlan menyatakan, kesadaran sebagai orang betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang kemayoran, orang senen, atau orang rawabelong. Pengakuan terhadap adanya orang betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni Hindia Belanda, baru muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi. Baru pada waktu itu pula segenap orang betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang betawi.
Ada juga yang berpendapat bahwa orang betawi tidak hanya mencakup masyarakat campuran dalam benteng batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga mencakup penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto betawi. Penduduk lokal di luar benteng batavia tersebut sudah menggunakan bahasa melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional. Hal ini terjadi karena pada abad ke-6, kerajaan sriwijaya menyerang pusat kerajaan tarumanagara yang terletak di bagian utara Jakarta sehingga pengaruh bahasa melayu sangat kuat disini. Selain itu, perjanjian antara Surawisesa (raja Kerajaan Sunda) dengan bangsa portugis pada tahun 1512 yang membolehkan portugis untuk membangun suatu komunitas di sunda kalapa mengakibatkan perkawinan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa portugis yang menurunkan darah campuran portugis. Dari komunitas ini lahir musik keroncong.
Suku betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke batavia. Apa yang disebut dengan orang atau Suku betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang sunda, jawa, arab, bali, sumbawa, ambon, melayu dan tionghoa
1. Bahasa Betawi
Sifat campur-aduk dalam dialek betawi adalah cerminan dari kebudayaan betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing.
Ada juga yang berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar batavia juga dikelompokkan sebagai suku betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah, Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Karena perbedaan bahasa yang digunakan tersebut maka pada awal abad ke-20, Belanda menganggap orang yang tinggal di sekitar Batavia sebagai etnis yang berbeda dengan etnis Sundadan menyebutnya sebagai etnis Betawi (kata turunan dari Batavia). Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan tearkhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris. Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi.

2. Seni dan kebudayaan Betawi

Dalam bidang kesenian, misalnya, orang betawi memiliki seni gambang kromong yang berasal dari seni musik tionghoa, tetapi juga ada rebana yang berakar pada tradisi musik Arab, leroncong tugu dengan latar belakang Portugis-Arab, dan tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Saat ini suku betawi terkenal dengan seni lenong, gambang kromong, rebana tanjidor dan keroncongSifat campur-aduk dalam dialek Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing. Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Tiongkok, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik ArabKeroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab,dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa. Mereka adalah hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu.

3.   Kepercayaan

Orang Betawi sebagian besar menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama KristenProtestan dan Katholik juga ada namun hanya sedikit sekali. Di antara suku Betawi yang beragama Kristen, ada yang menyatakan bahwa mereka adalah keturunan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis. Hal ini wajar karena pada awal abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda mengadakan perjanjian dengan Portugis yang membolehkan Portugis membangun benteng dan gudang di pelabuhan Sunda Kalapa sehingga terbentuk komunitas Portugis di Sunda Kalapa. Komunitas Portugis ini sekarang masih ada dan menetap di daerah Kampung TuguJakarta Utara.

4.   Profesi dan Perilaku serta sifat Masyarakat Betawi

Di Jakarta, orang Betawi sebelum era pembangunan orde baru, terbagi atas beberapa profesi menurut lingkup wilayah (kampung) mereka masing-masing. Semisal di kampung Kemanggisan dan sekitaran Rawabelong banyak dijumpai para petani kembang (anggrek, kemboja jepang, dan lain-lain). Dan secara umum banyak menjadi guru, pengajar, dan pendidik semisal K.H. Djunaedi, K.H. Suit, dll. Profesi pedagang, pembatik juga banyak dilakoni oleh kaum betawi. Petani dan pekebun juga umum dilakoni oleh warga Kemanggisan. Kampung yang sekarang lebih dikenal dengan Kuningan adalah tempat para peternak sapi perah. Kampung Kemandoran di mana tanah tidak sesubur Kemanggisan. Mandor, bek, jagoan silat banyak di jumpai disana semisal Ji’ih teman seperjuangan Pitung dari Rawabelong. Di kampung Paseban banyak warga adalah kaum pekerja kantoran sejak zaman Belanda dulu, meski kemampuan pencak silat mereka juga tidak diragukan. Guru, pengajar, ustadz, dan profesi pedagang eceran juga kerap dilakoni.
Warga Tebet aslinya adalah orang-orang Betawi gusuran Senayan, karena saat itu Ganefonya Bung Karno menyebabkan warga Betawi eksodus ke Tebet dan sekitarnya untuk “terpaksa” memuluskan pembuatan kompleks olahraga Gelora Bung Karno yang kita kenal sekarang ini. Karena asal-muasal bentukan etnis mereka adalah multikultur (orang Nusantara, Tionghoa, India, Arab, Belanda, Portugis, dan lain-lain), profesi masing-masing kaum disesuaikan pada cara pandang bentukan etnis dan bauran etnis dasar masing-masing.
Asumsi kebanyakan orang tentang masyarakat Betawi ini jarang yang berhasil, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Padahal tidak sedikit orang Betawi yang berhasil. Beberapa dari mereka adalah Muhammad Husni Thamrin, Benyamin Sueb, dan Fauzi Bowo yang menjadi Gubernur Jakarta saat ini . Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain Jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun terkadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orang tua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat betawi dan pendatang dari luar Jakarta.
Orang betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi, terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). Namun tetap ada optimisme dari masyarakat Betawi generasi mendatang yang justru akan menopang modernisasi tersebut.
B.   Roti Buaya Sebagai Simbol Pernikahan Adat Betawi
Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan roti buaya. Biasanya roti yang memiliki panjang sekitar 50 sentimeter ini dibawa oleh mempelai pengantin laki-laki pada acara serah-serahan. Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga. Dari sejumlah barang yang diserahkan tersebut, roti buaya menempati posisi terpenting. Bahkan, bisa dibilang hukumnya wajib. Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup-semati.
Selain itu masyarakat Betawi telah turun temurun menggunakan roti buaya sebagai simbolisasi disetiap pernikahan adat Betawi. Kenapa bentuknya  buaya? tapi kita sering mendengar bahwa ada istilah Buaya Darat alias mata keranjang? Persepsi ini yang perlu dijelaskan. Buaya adalah hewan yang panjang umur dan paling setia kepada pasangannya, buaya itu hanya kawin sekali seumur hidup, sehingga orang Betawi menjadikannya sebagai Lambang Kesetiaan dalam rumah tangga. Selain itu buaya termasuk hewan perkasa & hidup di dua alam, ini juga bisa dijadikan lambang dari harapan agar rumah tangga menjadi tangguh & mampu bertahan hidup di mana aja. Roti Buaya ini dibuat sepasang, yang betina ditandai dengan roti buaya kecil yg diletakan di atas punggungnya atau di samping. Maknanya adalah kesetiaan berumah tangga sampai beranak cucu. Peningset ini harus dijaga sepanjang jalan, supaya tetap mulus hingga sampai ke tangan penganten perempuan. Selain itu, roti memiliki makna sebagai lambang kemapanan, karna ada anggapan bahwa roti merupakan makanan orang golongan atas. Pada saat selesai akad nikah, biasanya roti buaya ini diberikan pada saudara yang belum nikah, hal ini juga memiliki harapan agar mereka yang belum menikah bisa ketularan dan segera mendapatkan jodoh.
C.   Asal mulanya roti buaya menjadi simbol pernikahan adat Betawi
Asal mula adanya roti buaya ini, konon terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun. Selain terinspirasi perilaku buaya, simbol kesetiaan yang diwujudkan dalam sebuah makanan berbentuk roti itu juga memiliki makna khusus. Menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan.  Karenanya, tak heran jika setiap kali prosesi pernikahan, mempelai laki-laki selalu membawa sepasang roti buaya berukuran besar, dan satu roti buaya berukuran kecil yang diletakkan di atas roti buaya yang disimbolkan sebagai buaya perempuan. Ini mencerminkan kesetian mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan sampai beranak-cucu. Tradisi ini masih berlangsung sampai sekarang.
Menurut Haji Ilyas, salah satu tokoh Betawi di Tanahtinggi, Jakarta Pusat, meski saat ini banyak warga Betawi yang merayakan pernikahan secara modern, tapi mereka masih memakai roti buaya sebagai simbol kesetiaan. Karena roti buaya sudah membudaya bagi warga Betawi. “Adat kite ntu kagak ilang. Masih banyak nyang pake. Kite ambil contoh di kawasan Condet, Palmerah sampe ke Bekasi, malahan sampe Tangerang,” lanjut pria yang sering disapa Haji ini. Sayangnya, saat ini roti buaya tidak mudah dijumpai di toko-toko roti. Untuk itu, bagi pasangan yang akan menikah harus pesan dulu ke tukang roti. Dan harganya juga bervariasi tergantung ukuran yang dipesan, yakni mulai dari 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Itu sudah termasuk rasa roti, keranjang, dan asesoris pelengkapnya. “Roti buaya adalah kue perayaan, jadi nggak setiap hari ada. Kalau mau beli harus pesan dulu,” kata Ari, salah satu pedagang kue di Pasar Senen.
Sejatinya, bagi warga yang sudah terbisa membuat roti, tidak terlalu sulit membuat roti buaya ini. Sebab, bahan dasarnya sangat sederhana, yakni terigu, gula pasir, margarine, garam, ragi, susu bubuk, telur dan bahan pewarna. Keseluruhan bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga rata dan halus, kemudian dibentuk menyerupai buaya. Setelah bentuk kemudian dioven/panggang hingga matang.

My Autobiography



 MY AUTOBIOGRAPHY


First, My name in Giffari Khasan Bawi, I was born on March 17th, 1997 in Semarang.  I was born from a simple family. I am third son of three children. My father’s name is Solikhin and my mother’s name is Siti Azizah. My father’s job as a driver, and my mother worked in a hospital. I have one brother and one sister. My brother’s name is Gilang Ramadhan, his worked in Semarang. My sister’s name is Gesti Prastiti, her worked in a online shop in  Jakarta. I am a moslem. My address is Kampung dua, Bekasi, West Java.

When I was 6 years old, I started my education career in TK Islam Nurul Fatah, Bekasi. I graduate from elementary school of SDN Jakasampurna II Bekasi, West Java on 2009. I continued my study in junior high school. I studied in SMP Negeri 14 Bekasi. It’s located for about ± 4 km from my house. In junior high school, I studied for 3 years. I finished my study in junior high school on 2012. Then, I continued my study and register in SMK Bina Mandiri Bekasi, West Java and graduated in 2015. On 2015, I registered as a student at Gunadarma University, and take engineering in Industrial Engineering Faculty.

My hobby is playing football, travelling,  and writing. I really like playing football because playing football  is important  to improve my skills and my stamina. Besides that, I love travelling very much, because I love photograph. And searching so many places to be the background of my photo. Not only for searching any background photo, I love travelling because when I go to another places, I’ll get new friends. And also get the unforgettable story for my self. And last is writing. I love writing because writing can devote all of my hearts.

About my weakness and excess all of people sure have weakness and excess in their own and I am too. Most of my family, say that I am a lazy boy, and consumptive. So, if have some money I will buy something that I want all thought that is not important to me. Beside weakness, sure I have an excess. I am an optimist boy. When I was child, my parent always say than I am a success boy and I will be a successful man. I am sure that. I am friendly, always think positive, and beside that, I am a creative boy.

Next, I have a favorite food, favorite drink, favorite cartoon, favorite football team and favorite football player. For my favorite foods and drinks, I really like fried rice and sweet ice tea. For my favorite cartoon Patrick Star. He’s a sea star in the cartoon spongebob squarepants. Why he became to my favorite cartoon? Because he unique and sometimes stupid, but he’s very loyal to his friend. That is what makes me so admired. Next , my favorite football team is “Chelsea FC” from London. It was a great team. They have a motto “Keep The Blue Flag Flying High”. Now, let’s talk about my favorite football player. That is Frank Lampard. He’s national team is England. Now he plays in Manchester City. Position he plays is midfielder center. He also played in the English national team. He was one of the talented players in the world. Okey, probably enough here about me. See you next time.

Source : giffarikhasan.blogspot.com